Raja ampat : Terlalu indah untuk dirusak

Raja ampat : Terlalu indah untuk dirusak

Oleh July • 20 Jun 2025


Kepulauwan raja ampat yang terletak di provinsi papua barat daya telah lama di akui sebagai pusat keanekaragaman hayati laut paling penting di dunia. Keindahan dan kekayaan faunanya menjadikan Raja Ampat masuk kedalam daftar “52 Places to Go in 2025” versi The New York Times atau destinasi wisata yang direkomendasikan untuk di kunjungi pada tahun 2025.

Raja Ampat adalah surga tropis yang terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat luar biasa, baik di atas maupun di bawah laut. Keindahan ini meliputi laut biru jernih, pantai berpasir putih, formasi batuan karst yang unik, hutan hujan lebat, serta keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Raja Ampat juga dikenal sebagai ruma bagi 75% spesies laut dunia dan memiliki terumbu karang yang sehat dan beragam.

Raja Ampat juga menjadi habitat bagi hewan-hewan laut yang di lindungi, seperti ikan pari manta, paus, lumba-lumba, dugong, penyu laut, ikan raja laut, ikan-ikan hias, ikan napoleon, hewan-hewan invertebrata seperti siput, ketam, karang dan nautilus, serta 17 hewan mamalia laut lainnya.

Secara garis besar, gugusan kepulauan Raja Ampat menyimpan ratusan hewan laut endemik, liar, bahkan hewan laut yan di lindungi. Rinciannya, 553 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan 574 sepesies terumbu karang.
Karena kekayaan alamnya, Raja Ampat menjadi distinasi wisata dunia yang populer dan di akui secara internasional, beberapa publikasi dan organisasi perjalanan terkemuka telah menempatkan Raja Ampat kedalam daftar destinasi wisata terbaik untuk di kunjungi.

Menurut data badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat mencatat jumalah wisatawan yang berkunjung pada tahun 2024 mencapai 33.277 orang, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat adalah dari luar negeri, data menunjukkan 24.934 orang, sedangkan yang dari wisatawan lokal menunjukkan 8.343 orang. Hal ini terus menujukka pertumbuhan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.